10 Fakta dan Mitos Seputar Micin yang Ada

Monosodium glutamate (MSG) atau yang lazim disebut dengan micin ialah wujud garam berasal dari asam glutamate. Micin lazimnya dipakai sebagai penambah rasa hampir pada semua ragam makanan yang diolah. Tapi, rupanya tubuh manusia secara natural juga mempunyai asam glutamate dan pada sebagian makanan juga terkandung asam glutamate secara natural seperti pada tomat dan keju.

Apakah MSG itu dan amankah untuk dikonsumsi?
MSG berasal berasal dari asam amino glutamate atau asam glutamate yang ialah salah satu wujud asam amino. Glutamat yakni salah satu asam amino non-esensial yang berarti tubuh manusia bisa memproduksinya. MSG aman dipakai sebagai bahan tambahan pada makanan. Tapi, dengan dosis atau kadar yang wajar.

Apakah tanggapan yang berlangsung sekiranya mengalami kelebihan atau sensitive kepada MSG?
Berikut sebagian pedoman dan gejala yang bisa terjadi:

– Sakit kepala
– Mengalami peluh yang berlebihan
– Mengalami sesak
– Mengalami mati rasa, kesemutan atau mengalami sensasi terbakar pada wajah, leher, dan zona lainnya.
– Denyut jantung yang pesat
– Nyeri pada dada
– Mual
– Lemas
– Mitos dan fakta seputar MSG
– MSG bisa memicu terjadinya tanggapan alergi
– Fakta: MSG ialah bahan tambahan makanan yang paling awam dipakai. American College of Allergy, Asthma, and – – Immunology menyuarakan bahwa MSG bukan ialah bahan pemicu alergi (allergen).

MSG bisa memicu kerusakan otak
Fakta: Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa MSG tak mempunyai dampak negative pada metode syaraf sentra otak. MSG mempunyai dosis tersendiri dimana saat makanan disempurnakan amat banyak MSG dapat memicu rasa makanan menyusut kelezatannya.

MSG bisa memicu sakit kepala atau migraine
Fakta: MSG bukan ialah pemicu terjadinya sakit kepala malah pada dosisi tertingginya.

MSG bisa memicu obesitas
Fakta: Berdasarkan penelitian, tak ada kekerabatan antara mengkonsumsi MSG dan penambahan berat badan malah pada orang yang mengkonsumsi MSG di dalam dosis tinggi.

MSG yakni bahan membahayakan bagi tubuh
Fakta: Pada dasarnya MSG aman dipakai pada jumlah yang wajar. Pada dosis tinggi seperti mengkonsumsi sebanyak 6-30 kali biasanya dosis harian bisa memicu masalah atau kerusakan. Pada sebagian orang yang memiliki keluhan sesudah mengkonsumsi MSG, karenanya mesti menjauhi mengkonsumsi MSG. Tapi pada orang yang merasa bagus-bagus saja sesudah mengonsumsi, karenanya bisa konsisten mengkonsumsinya. MSG lazimnya terkandung di dalam makanan kencang saji atau olahan. Bila seseorang melaksanakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, karenanya mengkonsumsi MSG dapat dengan sendirinya berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *